SEKILAS TENTANG SITUS CANDI MUARO JAMBI

candi muaro jambi
Sejarah




Candi Muaro Jambi adalah kompleks percandian Hindu, Budha, di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Sumatera, Indonesia. Kompleks candi ini di perkirakan ada sejak zaman kerajaan Sriwijaya. Untuk bisa sampai ke lokasi situs percandian ini kita harus menempuh jarak kira kira 25 km dari kota Jambi. Kuilnya yang masih ada dan sisa-sisa arkeologi lainnya diperkirakan berasal dari abad ke sebelas hingga tiga belas Masehi. Situs arkeologi tersebut mencakup delapan tempat  yang digali dengan luas sekitar 12 kilometer persegi, membentang 7,5 kilometer di sepanjang Sungai Batang Hari, 80 menapo  atau gundukan reruntuhan kuil, Yang belum di pugar,Ini adalah salah satu kompleks candi kuno terbesar dan terawat baik di Asia Tenggara.


Di perkirakan  Candi Muaro Jambi Adalah lokasi awal kerajaan Sriwijaya. Hal ini terutama karena, Muaro Jambi memiliki konstruksi candi yang jauh lebih lengkap  berbeda dengan situs arkeologi di Sumatera Selatan.

Ketika kerajaan Chola India menyerang dan menghancurkan ibu kota kerajaan maritim Sumatra Sriwijaya. Hal ini memungkinkan sejumlah pemerintahan Sumatra yang lebih kecil untuk memperluas pengaruh politik dan ekonominya. Selama abad ke-12 dan ke-13 nampaknya dari muara sungai di sepanjang Batang Hari, menjadi kekuatan ekonomi yang dominan di Sumatera. peninggalan arkeologis yang banyak di Muaro Jambi menunjukkan bahwa ini mungkin merupakan tempat ibukota Melayu. Era kebesaran Kerjaan berakhir pada tahun 1278 ketika kerajaan Singhasari di Jawa menyerang kota tersebut, bahkan berhasil menangkap anggota keluarga kerajaan. Situs ini ditemukan kembali oleh penjajah Belanda di abad kesembilan belas. Sekarang dilindungi sebagai monumen nasional.




Kompleks candi Candi Muaro Jambi tersebar luas di sepanjang tepi Sungai Batang Hari. Delapan kompleks candi telah digali namun banyak lagi gundukan dan lokasi yang masih harus dieksplorasi di dalam kawasan konservasi, yang sebagian besar masih ditutupi oleh hutan lebat. Tiga candi utuh yang paling penting dikenal dengan Candi Tinggi, Candi Kedaton dan Candi Gumpung. Kuil-kuil dibangun dari bata merah dan tidak seperti kuil di Jawa, hanya memiliki sedikit ormentasi, ukiran atau patung. Beberapa potong patung ditempatkan di sebuah museum kecil di suatu  tempat. Tempat tinggal kayu yang diyakini memiliki populasi penduduk kota semuanya hilang tanpa bekas. Hanya 7 candi yang telah dipugar, 3 telah disebutkan di atas dan yang lainnya adalah Candi Tinggi I, Candi Kembar batu, Candi Gedong I dan Candi Gedong.

motif batik aceh
Sejarah
Melihat Sejarah Motif Batik Aceh Dan Penjelasanya

Propinsi Aceh yang sekarang lebih di kenal sebagai Nangro Aceh Darussalam (NAD) Disebut Juga Daerah Istimewa Aceh,terletak paling utara sumatera dan merupakan provinsi paling barat dari wilayah Indonesia.Dengan Kota Banda Aceh Sebagai ibu kota Provinsi.Tidak seperti di pulau jawa pada umumnya,di tanah rencong ini sebenarnya tidak memiliki budaya batik membatik.tetapi …

motif batik minahasa
Sejarah
Penjelasan Tentang Batik Minahasa Berikut Sejarahnya

Minahasa merupakan sebuah kabupaten di sulawesi utara,dan kota tondano sebagai Ibu kotanya.Perlu di ketahui kain tenun dari daerah ini sangat terkenal akan keindahanya Selaras pula dengan keindahan alam dari daerah ini.,Selain itu juga motif kain batik dari daerah ini juga menarik untuk kita ketahui,Batik Minahasa merupakan kekayaan budaya khas dengan …

sejarah batik jambi
Sejarah
Awal Mula Lahirnya Batik Jambi

Batik Jambi awalnya tertulis pada makalah yang di buat EM. Gosling dalam berita mingguan Kolonial “TIMUR serta BARAT” nomor 52 tahun 1929 serta Nomor 2 tahun 1930. Di sini di terangkan jikalau inventor Batik di wilayah Jambi ialah Tasilo Adam serta ia menyebar berita di bulan Januari 1928 buat selanjutnya disebar luaskan kepada rakyat dengan perantaraan Resident Jambi Tuan Ezarman kala itu. Menurut berita ini kerajinan tangan Batik …