Mengenal Sejarah Batik Pesisir

batik pesisir
Sejarah

Banyak yang menganggap bahwa penampilan batik pesisir ini tidak elegan seperti batik pedalaman. Namun motifnya yang sporadis dan tidak pakem, membuat batik pesisir justru memiliki keunikan tersendiri. Hal ini tidak lepas dari sejarah batik pesisir yang sangat panjang dengan melibatkan pengaruh budaya-budaya dari luar seperti Tiongkok dan Belanda. Juga melibatkan banyak kota-kota pesisir pantai lainnya di Indonesia seperti Cirebon, Semarang, Indramayu, Pekalongan, Lasem, Tuban hingga Madura.

Sejarah Batik Pesisir

Nama batik pesisir tidak merujuk pada satu jenis batik dari daerah tertentu. Namun batik pesisir ini merupakan sebutan untuk kain batik yang berasal dari berbagai daerah di kawasan pesisir pantai. Sebut saja Cirebon, Pekalongan, Tuban, Lasem dan masih banyak lagi. Kain batik yang berasal dari daerah-daerah pesisir pantai ini dianggap memiliki motif yang berbeda dari batik Yogyakarta dan Solo sehingga digolongkan ke dalam batik pesisir. Setiap kali menyebutkan batik pesisir, maka orang akan langsung tertuju dengan warna dan motifnya yang sangat khas.


Perkembangan batik pesisir ini sendiri tidak lepas dari posisi strategis masing-masing kota pesisir sebagai tempat singgahnya para pedagang. Banyak pedagang dari berbagai negara seperti Tiongkok hingga Belanda yang singgah ke pesisir. Para pedagang ini tidak hanya singgah namun juga menetap dan mengembangkan perdagangan batik. Hingga masyarakat pesisir mulai mengenal batik dan memproduksinya dalam jumlah lebih banyak untuk dijual. Kini batik pesisir menerapkan motif yang tidak hanya murni dari budaya pengrajin Indonesia namun telah bercampur dengan budaya Tiongkok dan Belanda.

Ciri Khas Batik Pesisir

Dibandingkan dengan batik Yogyakarta dan Solo, batik pesisir memiliki motif yang lebih hidup. Hal ini karena motif yang dimasukkan merupakan gambar-gambar hidup semisal tanaman atau bunga dan binatang tertentu. Juga menggunakan motif-motif yang menjadi simbol akulturasi budaya Indonesia pesisir, Tiongkok dan Belanda. Maka tidak heran jika batik pesisir lebih menerapkan motif-motif seperti burung hong, naga, kereta kuda, kapal, kupu-kupu, burung merak dan pipit. Juga motif-motif dengan ciri khas lingkungan yang sangat kuat.

Tidak mengenal pakem membuat batik pesisir ini lebih bebas dalam menghasilkan karya. Pemilihan warna-warna kalem tidak dimiliki batik pesisir. Melainkan justru penggunaan warna-warna yang lebih kaya dan berani. Sehingga batik pesisir ini dikenal dengan warna merah darah ayam terutama pada batik pesisir dari Lasem atau batik Lasem. Atau warna-warna terang dan mencolok seperti biru yang menjadi ciri khas dari batik Pekalongan. Penggunaan warna-warna yang lebih berani ini karena batik pesisir telah mendapatkan pengaruh luar dari budaya Tiongkok dan Belanda.

Batik Pesisir Modern Semakin Diminati




Salah satu alasan batik pesisir masih banyak diminati sekarang ini karena warnanya yang tidak membosankan. Motifnya juga lebih berani sehingga mengikuti perkembangan zaman. Salah satu motif batik pesisir yang masih banyak dicari adalah Megamendung dari Cirebon. Motifnya sangat terpengaruh dengan budaya Islam dan Tionghoa. Tidak kalah diminati adalah batik Lasem dengan warna merah darah ayam. Bahkan batik Lasem ini mendapatkan julukan sebagai kain dari Tiongkok karena pengaruh budaya dari Cina yang sangat kuat.

Pilihan warna yang kaya membuat batik juga semakin diminati. Hal ini tampak pada batik Pekalongan yang memiliki warna lebih kaya. Dipengaruhi oleh budaya dari banyak negara seperti Cina, Jepang dan Belanda. Tidak ketinggalan batik Gedog Tuban yang merupakan hasil dari akulturasi budaya Islam, hindu dan Tionghoa. Motifnya juga sangat cantik seperti Kijing Miring yang banyak dicari. Garis tegas dari batik Madura dibuat dalam warna-warna menyolok seperti biru, kuning, merah dan hijau. Motifnya juga lebih beragam dari Pucuk Tombak, Ayam Bekisar, Belah Ketupat dan juga Tumbuhan Laut yang mewakili ketegasan karakter orang Madura.

museum batik
Sejarah
Ribuan Batik Nusantara di Pekalongan

Batik resmi diakui sebagai warisan budaya nusantara oleh Unesco pada tahun 2009. Sebagai warisan nusantara, batik memiliki sejarah panjang yang seharusnya diketahui semua anak bangsa. Sayangnya tidak banyak dokumen dapat diakses dengan mudah bagi anak-anak bangsa untuk mengetahui sejarah batik lebih dalam. Namun Anda tidak perlu bingung untuk mencari sejarah …

batik lasem
Sejarah
Batik Lasem, Kisah dan Makna Dibaliknya

Diantara motif batik nusantara, batik Lasem menjadi perburuan kolektor kelas menengah ke atas. Motifnya yang rumit menjadikan batik yang berasal dari Lasem, Kabupaten Rembang ini dijual dengan harga sangat mahal. Dibalik harganya yang mahal, batik Lasem memiliki kisah yang tidak banyak orang tahu. Bahkan dalam polanya yang cukup rumit, batik …

batik yogyakarta
Sejarah
Filosofi Dibalik 4 Motif Batik Nusantara

Bagi orang yang tidak terlalu memperhatikan batik, kain tradisional ini hanya sebatas karya lukis di atas kain. Tidak terlihat makna dibalik sebuah kain dengan lukisan di atasnya. Namun bagi mereka yang sangat menyukai bahkan mengoleksi batik, kain tradisional ini tidak hanya sebuah karya lukis biasa. Terdapat makna mendalam yang menjadi …