MENGENAL LEBIH DEKAT SUKU KUBU DI JAMBI

orang rimba
Etnis




Dahulu ketika saya masih kecil sering mendengar kata “kubu” tapi saya tidak tahu apa arti kata tersebut,seiring waktu baru saya mengetahui arti kata kubu yaitu sebagai salah satu suku atau etnis pedalaman yang mendiami hutan di jambi.Namun saya belum pernah bertemu langsung dengan masyarakat kubu yang juga di sebut “suku anak dalam” atau “orang rimba”ini,Baru Pada tahun 2016 kemarin saya pindah ke kabupaten Muaro Bungo untuk merintis usaha di sana saya banyak bertemu langsung dan berinteraksi dengan masyarakat kubu di sini.Kebetulan usaha yang saya jalankan adalah berjualan sayur mayur dan buah buahan di dusun Rantau Pandan,kecamatan Rantau Pandan,Kabupaten Muaro Bungo.Banyak sekali masyarakat kubu di sini yang menjadi pelanggan saya,sehingga membuat saya semakin penasaran untuk mengetahui adat istiadat serta kebiasaan mereka sehari hari.



Masyarakat kubu tersebar secara berkelompok di daerah pedalaman di 4 kabupaten dalam propinsi jambi.Yaitu Kabupaten Tebo,Muaro Bungo,Batang Hari,dan Sarolangun,di luar Propinsi Jambi orang kubu atau orang rimba juga ada di sumatera selatan tepatnya di kabupaten Musi Rawas.

Dari Pengamatan Saya terhadap orang kubu di sini walau terlihat cara hidup Yang primitif dengan hidup masih berpindah pindah dari satu lokasi ke lokasi lain. tapi bukan berarti mereka tidak tersentuh tekhnologi,terlihat dari orang rimba banyak yang mengendarai sepeda motor dan handphone,bahkan diantaranya ada yang pakai  handphone android.




Dikutip dari laman wikipedia.com, menurut tradisi lisan suku Anak Dalam merupakan orang Maalau Sesat, yang lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, Taman Nasional Bukit Duabelas. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo.

Tradisi lain menyebutkan mereka berasal dari Pagaruyung, yang mengungsi ke Jambi. Ini diperkuat kenyataan adat suku Anak Dalam punya kesamaan bahasa dan adat dengan suku Minangkabau, seperti sistem matrilineal.

Secara garis besar di Jambi mereka hidup di 3 wilayah ekologis yang berbeda, yaitu Orang Kubu yang di utara Provinsi Jambi (sekitaran Taman Nasional Bukit 30), Taman Nasional Bukit 12, dan wilayah selatan Provinsi Jambi (sepanjang jalan lintas Sumatra).

Mereka hidup secara nomaden dan mendasarkan hidupnya pada berburu dan meramu, walaupun banyak dari mereka sekarang telah memiliki lahan karet dan pertanian lainnya.

Kehidupan mereka sangat mengenaskan seiring dengan hilangnya sumber daya hutan yang ada di Jambi dan Sumatera Selatan, dan proses-proses marginalisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan suku bangsa dominan (Orang Melayu) yang ada di Jambi dan Sumatera Selatan.

Mayoritas suku kubu menganut kepercayaan animisme, tetapi ada juga beberapa puluh keluarga suku kubu yang pindah ke agama Islam.

Pada 2015 silam, Presiden Joko Widodo berkunjung ke Desa Suban, Jambi untuk melihat suku anak dalam tersebut.

Dikutip dari Antara, Jokowi disebut menjadi Presiden RI pertama dalam sejarah yang mengunjungi Suku Anak Dalam di hutan pedalaman Provinsi Jambi.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Sarolangun H. Cek Endra di Sarolangun.

“Ini Presiden pertama dalam sejarah yang datang ke suku Anak Dalam,” kata Cek Endra.

Cek Endra berharap kedatangan Presiden ke Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, bisa mengubah kehidupan Suku Anak Dalam menjadi lebih sehat dan lebih baik.

Presiden Jokowi sendiri mengatakan ia memberikan perhatian serius terhadap Suku Anak Dalam karena merupakan bagian dari rakyat Indonesia.

“Semuanya itu rakyat kita. Semuanya saja, tidak hanya kamu yang di Jakarta,” katanya.

 

Rumah Adat Di Indonesia
Etnis
14 Rumah Adat Di Indonesia Yang Unik Dan Menarik Untuk Di Ketahui

Indonesia memang memiliki banyak sekali keberagaman, mulai dari budaya dan juga suku serta adatnya yang memiliki jumlah ratusan di seluruh nusantara. Salah satunya adalah rumah adat. Dengan keberagaman suku yang dimiliki oleh Indonesia, membuat rumah adat yang ada di Indonesia memiliki jumlah yang banyak sekali, ada puluhan rumah adat di …