Batik Lasem, Kisah dan Makna Dibaliknya

batik lasem
Sejarah

Diantara motif batik nusantara, batik Lasem menjadi perburuan kolektor kelas menengah ke atas. Motifnya yang rumit menjadikan batik yang berasal dari Lasem, Kabupaten Rembang ini dijual dengan harga sangat mahal. Dibalik harganya yang mahal, batik Lasem memiliki kisah yang tidak banyak orang tahu. Bahkan dalam polanya yang cukup rumit, batik Lasem dianggap memiliki simbol-simbol sejarah, alam hingga budaya yang tidak dapat dipisahkan antara Jawa dan Tionghoa.


Sejarah Batik Lasem

Hubungan Lasem dan Tionghoa tercatat dalam sejarah nusantara. Sejak abad 14 Lasem menjadi tujuan favorit perantau Tionghoa. Setelah abad 19, perantau Tionghoa jumlahnya mencapai urutan ketiga setelah Batavia dan juga Semarang. Kontak kebudayaan yang terjadi antara masyarakat Lasem dan Tionghoa tidaklah remeh, melainkan sebuah karya seni batik Lasem yang dikenal sebagai batik pesisir utara. Perkembangan batik Lasem ini telah dimulai sejak abad 15, tepatnya sejak teknik membatik diperkenalkan oleh Putri Campa atau Na Li Ni.

Masa-masa keemasan pabrik batik milik Tionghoa dimulai tahun 1860-an. Kala itu usaha batik menjadi salah satu mata pencaharian yang sangat menguntungkan. Perkembangan ini memberikan pengaruh sangat banyak pada batik Lasem. Corak simbol-simbol Tionghoa bercampur dengan motif lokal. Pada masa itu batik Lasem dikirim hingga ke Singapura dan Srilanka. Sayangnya pada tahun 70-an perkembangan batik Lasem justru mengalami titik balik. Setelah sempat memiliki144 pengrajin, kini hanya tersisa 30 pengrajin batik Lasem di Rembang yang masih aktif produksi.

Ciri Khas Motif Batik Lasem




Berbeda dengan sejarah batik Lasem yang tercatat dalam sejarah nusantara, tidak demikian dengan pola dan motif yang digunakan. Tidak ada dokumentasi pasti dan resmi yang menyimpan motif atau pola dari batik Lasem. Selama ini perkembangan batik Lasem didukung oleh daya ingat pembuatnya dan diwariskan secara turun-temurun. Pemilihan motif ini cenderung sporadis sesuai dengan keinginan pembuatnya. Namun dari motif batik Lasem yang ada, terdapat 3 jenis motif yang sangat mewakili atau menggambarkan Lasem itu sendiri.

Motif Latohan adalah buah tanaman yang tumbuh di tepi laut. Sekar Jagad adalah motif dengan sekumpulan bunga yang terserak. Sedangkan motif Watu Pecah atau disebut Kricak merupakan motif Lasem yang terinspirasi dari proyek jalan Daendels. Dulunya saat proyek jalanan yang dprakarsai Daendels ini berjalan, rakyat kecil dipaksa untuk memecah bebatuan menjadi kecil-kecil dalam rangka pembangunan jalanan Anyer-Panarukan. Selain 3 motif tersebut, ada juga motif Lasem yang terinspirasi dari tradisi dan budaya Tiongkok.

Pengaruh Budaya Tiongkok Terhadap Batik Lasem

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan batik Lasem pertama kali diperkenalkan dari perantau Tionghoa. Mengingat posisi strategis Lasem yang berada di daerah pesisir, pelabuhan tempat singgahnya para pedagang dari berbagai tempat termasuk Tiongkok. Para perantau Tiongkok yang menetap ini memproduksi batik Lasem dengan menciptakan motif tersendiri yang pada perkembangannya bercampur dengan budaya Lasem. Hingga tercipta motif Lasem yang dipengaruhi Tiongkok seperti Burung Hong, Naga hingga Kupu-kupu.

Selain pada motifnya yang terpengaruh budaya Tiongkok, warna batik Lasem juga identik dengan warna-warna Tionghoa. Batik Lasem sendiri memiliki warna khas merah. Para pengrajin menyebut sebagai warna merah getih pitik atau merah darah ayam. Namun bukan berarti pewarnaan batik Lasem ini dibuat dari darah ayam. Melainkan bubuk pewarna pada masa lalu yang diproduksi Eropa menghasilkan warna merah darah ayam saat bercampur dengan air Lasem. Warna merah darah ayam ini tidak bertahan karena batik Lasem menggunakan merah yang lebih beragam.

batik pesisir
Sejarah
Mengenal Sejarah Batik Pesisir

Banyak yang menganggap bahwa penampilan batik pesisir ini tidak elegan seperti batik pedalaman. Namun motifnya yang sporadis dan tidak pakem, membuat batik pesisir justru memiliki keunikan tersendiri. Hal ini tidak lepas dari sejarah batik pesisir yang sangat panjang dengan melibatkan pengaruh budaya-budaya dari luar seperti Tiongkok dan Belanda. Juga melibatkan …

museum batik
Sejarah
Ribuan Batik Nusantara di Pekalongan

Batik resmi diakui sebagai warisan budaya nusantara oleh Unesco pada tahun 2009. Sebagai warisan nusantara, batik memiliki sejarah panjang yang seharusnya diketahui semua anak bangsa. Sayangnya tidak banyak dokumen dapat diakses dengan mudah bagi anak-anak bangsa untuk mengetahui sejarah batik lebih dalam. Namun Anda tidak perlu bingung untuk mencari sejarah …

batik yogyakarta
Sejarah
Filosofi Dibalik 4 Motif Batik Nusantara

Bagi orang yang tidak terlalu memperhatikan batik, kain tradisional ini hanya sebatas karya lukis di atas kain. Tidak terlihat makna dibalik sebuah kain dengan lukisan di atasnya. Namun bagi mereka yang sangat menyukai bahkan mengoleksi batik, kain tradisional ini tidak hanya sebuah karya lukis biasa. Terdapat makna mendalam yang menjadi …