14 Rumah Adat Di Indonesia Yang Unik Dan Menarik Untuk Di Ketahui

Rumah Adat Di Indonesia
Etnis

Indonesia memang memiliki banyak sekali keberagaman, mulai dari budaya dan juga suku serta adatnya yang memiliki jumlah ratusan di seluruh nusantara. Salah satunya adalah rumah adat. Dengan keberagaman suku yang dimiliki oleh Indonesia, membuat rumah adat yang ada di Indonesia memiliki jumlah yang banyak sekali, ada puluhan rumah adat di Indonesai yang wajib anda ketahui. Namun untuk artikel ini, kami hanya akan membahas mengenai rumah adat Indonesia yang memiliki bentuk unik dan juga menarik.




Ada banyak sekali rumah adat dengan bentuk yang berbeda di setiap daerahnya, dan rumah adat ini mewakili karakteristik dari masyarakatnya. Tidak hanya unik, nyatanya rumah adat di bawah ini juga memiliki arti dan makna yang berbeda. Tidak hanya berfungsi sebagai rumah untuk ditinggali saja, namun rumah adat di Indonesia ini juga menjadi ikon dari daerah tersebut dan juga memiliki fungsi seperti tempat untuk perlindungan dari perang hingga dapat tahan dari gempa bumi.

Beberapa rumah adat juga dibangun dengan teknik yang berbeda dengan rumah pada umumnya. Meski masih mempertahankan cara tradisional dan bahan yang bisa ditemukan secara mudah dari alam, rupanya rumah adat di beberapa wilayah yang ada di Indonesia ini tetap kokoh berdiri bahkan hingga puluhan tahun.

Penasaran kan, rumah adat dari daerah mana saja yang memiliki bentuk unik? Berikut ini adalah rumah adat di Indonesia yang memiliki bentuk unik serta menarik. Simak yuk, penjelasan lengkapnya. Bisa jadi rumah adat dari daerah anda termasuk di dalamnya:

14 Rumah Adat Di Indonesia Yang Unik Dan Menarik Untuk Di Ketahui

  1. Joglo – Jawa
rumah joglo
rumah joglo

Rumah adat Indonesia pertama yang menarik dan tentu saja unik adalah, rumah adat dari daerah Jawa. Rumah adat ini memiliki nama rumah adat Joglo. Rumah ini bisa dibilang merupakan ciri khas yang mewakili karakter orang Jawa. Rumah ini sendiri terbagi atas beberapa bagian, yakni pendapa, pringitan, dalem, sentong, gandok tengen dan juga gandok kiwo. Bagian-bagian dalam rumah adat Jawa atau rumah Joglo ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Contohnya seperti, bagian pandapa yang terdapat pada rumah Joglo biasanya digunakan untuk ruang pertemuan dan juga acara besar, karena ruangan ini tidak memiliki sekat sehingga biasanya juga digunakan sebagai tempat untuk menggelar acara kesenian. Pada area pendapa ini, merupakan salah satu ciri khas dari rumah Joglo dan memperlihatkan struktur konstruksi soko guru pada kolom utamanya. Soko dalam Bahasa Indonesia berarti tiang.

 

Kemudian pada penghubung antara pendopo dengan rumah dalem biasanya digunakan sebagai ruang tamu, sementara bagian dalem adalah ruangan yang biasa digunakan untuk bersantai bersama keluarga. Area ini merupakan area privasi bagi si pemilik rumah sehingga tidak boleh sembarangan dimasuki oleh orang lain. Rumah ini merupakan cerminan dari masyarakat Jawa yang masih sangat memegang teguh unggah ungguh dan tata krama dalam berkehidupan bermasyarakat.

 

  1. Rumah Krong Bade – Aceh
rumah Krong Bade – Aceh
rumah Krong Bade – Aceh

Rumah adat yang memiliki bentuk unik berikutnya adalah rumah adat Krong Bade yang merupakan rumah adat masyarakat Aceh. Rumah adat Krong Bade ini mungkin belum banyak yang mengenalnya, karena rumah adat Krong Bade ini lebih dikenal dengan sebutan lain, yaitu Rumoh Aceh. Rumah adat Krong Bade atau Romoh Aceh ini memiliki karakteristik yang sangat terlihat dan mudah dikenali. Salah satu ciri khas yang paling kental dari Rumah adat Krong Bade ini adalah penempatan tangga yang langsung mengarah ke pintu. Selain itu tangga yang ada pada Rumah adat Krong Bade ini selalu berjumlah ganjil.

 

Rumah adat Krong Bade ini mengaplikasikan bangunan yang menjulur dari arah timur ke arah barat, dan biasanya mengambil garis imajiner ke arah Ka’bah. Rumah adat Krong Bade ini biasanya memiliki model rumah panggung yang memiliki tinggi dari 2,5 meter hingga 3 meter. Dinding dari Rumah adat Krong Bade biasanya terbuat dari kayu dan dihiasi dengan lukisan. Pada bagian atap rumah Rumah adat Krong Bade ini diberikan material daun rumbia sementara untuk lantai Rumah adat Krong Bade sendiri terbuat dari bambu atau enau. Keunikan dari Rumah adat Krong Bade ini biasanya terletak pada pintu rumah yang dibuat lebih pendek yakni hanya memiliki ukuran setinggi 1,2 meter hingga 1,5 meter. Hal ini biasanya bertujuan agar orang yang masuk ke dalam  Rumah adat Krong Bade ini memberikan hormat dan salam ke pada si pemilik rumah tanpa mengenal kasta atau pun tingkat strata sosialnya.

 

  1. Rumah Gadang – Sumatera Barat
rumah gadang sumbar
rumah gadang sumbar

Rumah adat Indonesia yang memiliki bentuk unik selanjutnya adalah Rumah Gadang. Rumah ini, merupakan rumah adat asli dari Sumatera Barat. Rumah Gadang atau yang biasa disebut juga dengan rumah bagonjong ini memiliki keunikan yang terlihat jelas dari model rmahnya. Karena Rumah Gadang memiliki bentuk, di mana bagian atapnya menonjol dan memiliki bentuk yang mirip seperti tanduk pada ujung atapnya. Selain itu, keunikan lain yang dimiliki oleh Rumah Gadang ini adalah ruangan yang ada di dalam rumah ini tidak memiliki sekat sama sekali, kecuali pada kamar tidurnya. Rumah Gadang ini dilambangkan sebagai rumah bersama yang menunjukkan kehadiran dari suatu kaum. Pada bagian depan Rumah Gadang ini biasanya dilengkapi dengan ukiran dan ornament yang motifnya menyerupai seperti akar, bunga dan juga daun. Selain itu juga ada motif persegi dan jajar genjang yang bisa ditemukan dari Rumah Gadang ini. Pada setiap emelen yang terdapat pada Rumah Gadang ini memiliki makna tersendiri. Dapur pada Rumah Gadang biasanya dibangun terpisah dan diletakkan pada bagian belakang rumah yang diletakkan berdempetan dengan dinding.

 

  1. Rumah Rakit – Bangka Belitung
rumah rakit,bangka belitung
rumah rakit,bangka belitung

Sekali dilihat saja Rumah Rakit khas daerah Bangka Belitung ini sudah memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda dari rumah adat lainnya di Indonesia. Sesuai dengan namanya Rumah Rakit ini dibangun di atas sungai dan bentuknya pun menyerupai seperti sebuah rakit. Sehingga tidak heran kan, jika rumah ini diberi nama Rumah Rakit. Rumah Rakit ini selain digunakan di Bangka Belitung juga digunakan di Palembang, di mana Palembang memiliki daerah yang hampir mirip dengan Bangka Belitung, yakni memiliki banyak sungai. Rumah Rakit ini dibangun bukan hanya digunakan untuk tempat tinggal saja, tapi Rumah Rakit ini juga dimanfaatkan sebagai tempat untuk mencari nafkah, karena sama halnya dengan Bangka Belitung, di Palembang sungai juga dianggap sebagai sumber mata pencarian mereka. Untuk itu penggunaan Rumah Rakit ini membuat warga Bangka Belitung mau pun Palembang mendapatkan keuntungan. Karena mereka bisa memanfaatkan sungai untuk mencari nafkah dan menghidupi mereka. Bahan baku yang digunakan untuk membuat Rumah Rakit ini cukup sederhana, hanya menggunakan bamboo jenis mayan yang bisa mengapung di atas permukaan air. Selain itu, dinding dari rumah Rumah Rakit ini menggunakan bamboo tersebut. Sementara pada bagian atapnya menggunakan ulit yang dianyam.  Sedangkan bahan yang paling utaman digunakan untuk membuat Rumah Rakit ini adalah rotan yang digunakan sebagai pengikat untuk bamboo-bambu dan digunakan sebagai bagian atas dari Rumah Rakit ini.

 

  1. Rumah Gapura Candi Bentar –Bali
rumah gapura candi bentar,bali
rumah gapura candi bentar,bali

Rumah adat yang unik dari Indonesia selanjutnya adalah Rumah Gapura Candi Bentar, rumah ini adalah rumah khas dari Bali yang memang dikenal memiliki keunikan yang khas dan mudah dikenali karena bentuk gapuranya yang sangat unik dan menarik. Rumah adat Bali ini memiliki bentuk yang menyerupai pura serta gapura di bagian depannta.  Hal ini tentu dipengaruhi dengan budaya di Bali yang sangat kental dan masih terjaga dan juga dipengaruhi oleh agama yang dianut oleh warga Bali. Rumah Gapura Candi Bentar ini sangat mudah ditemukan di sepanjang daerah Bali, karena warga Bali dikenal dengan masyarakat yang sangat menjaga kebudayaan mereka. Oleh karena itu, bahan utama pembuatan Rumah Gapura Candi Bentar ini masih bisa ditemukan dengan mudah. Biasanya Rumah Gapura Candi Bentar ini dibangun sesuai dengan tingkat kemapanan pemiliknya. Untuk mereka yang merupakan masyarakat biasa, Rumah Gapura Candi Bentar yang mereka miliki biasanya hanya terbuat dari lumpur dan tanah liat biasa dan bisa dijadikan sebagai dinding bangunan. Sementara untuk mereka yang bersala dari golongan mapan atau kasta tinggi, Rumah Gapura Candi Bentar mereka akan dibuat dengan menggunakan batu bata berkualiras. Pada Rumah Gapura Candi Bentar ini tempat suci atau tempat pemujaan biasanya didesain sesuai dengan kemampuan keluarga tersebut.

 

  1. Rumah Tongkonan – Sulawesi Selatan
rumah adat tongkonan
rumah adat tongkonan

Rumah Tongkonan adalah rumah adat masyarat Toraja yang berdiam diri di Sulawesi Selatan. Bentuk Rumah Tongkonan ini sangat unik dan memiliki karakterisktik yang mudah dikenali. Bentuk atap dari Rumah Tongkonan ini berbentuk melengkung dan menyerupai seperti perahu yang disusun menggunakan bamboo. Pada bagian depan rumah ini, biasanya terdapat deretan tanduk kerbau. Untuk bagian dalam Rumah Tongkonan dijadikan tempat tidur dan dapur, sementara pada bagian depan rumah terdapat lumbung padi. Rumah Tongkonan ini dibagi berdasarkan tingkatan atau strata sosial yang berlaku di masyarakat Toraja. Struktur panggung pada Rumah Tongkonan ini menjadi andalan dari Rumah Tongkonan sehingga membuat rumah adat satu ini menjadi salah satu ruma adat yang paling unik dan mudah dikenali di Indonesia. [ada Rumah Tongkonan terdapat tiang bulat yang merupakan penyangga antara lantai dinding dengan atap. Tiang ini tidak ditanamkan pada tanah, namun ditancapkan secara langsung pada batu yang memiliki ukuran besar yang telah dipahat dengan bentuk persegi. Sementara papan dinding dan juga lantai direkatkan tanpa menggunakan paku tapi diikat atau bisa juga ditumpuk dengan menggunakan sistem kunci. Sistem kunci ini lah yang membuat Rumah Tongkonan khas Toraja ini bisa betahan lama bahkan hingga puluhan tahun. Jadi Rumah Tongkonan ini bukan hanya unik bentuknya saja ya, tapi cara pembuatannya juga sangat unik dan berbeda dengan rumah pada umumnya yang membangun rumah dengan bantuan paku untuk merekatkan bagian-bagian rumah.

 

  1. Rumah Lamin – Kalimantan Timur
rumah adat lamin kaltim
rumah adat lamin kaltim

Rumah Lamin juga memiliki bentuk yang sangat unik, dari pertama kali melihat saja rumah khas masyarakat suku asli Kalimantan Timur yakni suku Dayak Timur ini, memang memiliki ciri khas yang membuat Rumah Lamin menjadi salah satu rumah adat Indonesia yang memiliki bentuk yang unik. Rumah Lamin ini dipenuhi dengan berbagai ornament unik dengan corak yang dapat dilihat di seluruh sisi rumah. Rumah Lamin bukan hanya unik, tapi juga menjadi rumah adat yang memiliki ukuran paling besar di antara rumah adat di Indonesia lainnya. karena Rumah Lamin ini memiliki panjang sekitar 300 meter dan juga lebar 15 meter, sementara tinggi Rumah Lamin ini bisa mencapai hingga 3 meter. Sehingga membuat rumah ini dapat dihuni banyak orang dalam satu keluarga, biasanya bisa mencapapai 12 hingga 30 kepala keluarga. Rumah Lamin ini memiliki dua macam tiang, yang pertama adalah tiang penopang lantai dan yang kedua adalah tiang penyangga atap. Di bagian halaman depan rumah ini biasanya dilengkapi dengan patung totem yang masyarakat suku Dayak percayai sebagai dewa mereka. Untuk warna sendiri, Rumah Lamin ini juga memiliki arti dan juga makna tersendiri. Warna kuning melambangkan kewibawaan, merah keberanian, biru kesetiaan dan juga putih yang merupakan lambang dari kebersihan jiwa. Cukup unik bukan, bentuk dan desain Rumah Lamin ini. selain unik Rumah Lamin ini juga memiliki arti dan makna yang sangat mendalam bagi masyarakat suku Dayak.

 

  1. Rumah Banjar Bubungan Tinggi – Kalimantan Selatan
Rumah Banjar Bubungan Tinggi – Kalimantan Selatan
Rumah Banjar Bubungan Tinggi – Kalimantan Selatan

Satu lagi, rumah adat Indonesia yang tidak kalah unik dan menarik, Rumah Banjar Bubungan Tinggi. Rumah ini merupakan salah satu rumah adat dari suku Banjar yang tinggal di provinsi Kalimantan Selatan. Rumah Banjar Bubungan Tinggi ini sendiri menjadi ikon yang tidak bisa dipisahkan dari Kalimantan Selatan. Sehingga membuat Rumah Banjar Bubungan Tinggi ini menjadi salah satu rumah adat yang memiliki bentuk unik dan juga menarik. Rumah Banjar Bubungan Tinggi ini sendiri memiliki bentuk yang memanjang yang merupakan ciri khas rumah dari rumah adat asal Kalimantan Selatan. Bentuk memanjang pada Rumah Banjar Bubungan Tinggi ini memang dibuat dengan menyesuaikan fungsi ruangannya. Atap pada Rumah Banjar Bubungan Tinggi yang memiliki bentuk meninggi ini merupakan salah satu ciri khas yang ikonik dari Rumah Banjar Bubungan Tinggi ini. bahan dasar yang digunakan untuk membuat Rumah Banjar Bubungan Tinggi ini biasanya menggunakan kayu.

 

  1. Rumah Sasak – Lombok
Rumah Sasak – Lombok
Rumah Sasak – Lombok

Bukan hanya Bali saja yang memiliki bentuk yang unik, Pulau Lombok ini tidak hanya memiliki kondisi alam dan wisata yang tak kalah indahnya dengan Pulau Bali, Lombok juga memiliki rumah adat dengan bentuk yang tidak kalah unik dan juga menarik. Rumah Sasak yang merupakan rumah adat Lombok ini tidak hanya memiliki bentuk yang unik tapi juga material dan bahan baku yang digunakan untuk membuat Rumah Sasak ini terbilang sangat unik. Pada dinding Rumah Sasak ini terbuat dari anyaman dan atap dari Rumah Sasak ini terbuat dari jerami atau bisa juga menggunakna akar alang-alang. Sementara pada lantainya menggunakan campuran antara batu bata, abu jerami dan juga ditambah dengan getah pohon. Rumah Sasak ini memiliki posisi yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena di Rumah Sasak ini merupakan tempat yang menjadi privasi bagi keluarga di masyarakat Lombok. Selain itu, setiap rumah juga dilengkapi untuk memenuhi kebutuhan spiritual mereka sehingga setiap ruangan di Rumah Sasak ini memiliki fungsi dan terbagi berdasarkan kegunaannya. Jika dilihat dari bentuknya saja, Rumah Sasak ini memiliki bentuk dan desain yang sangat unik. Sehingga tidak heran jika Lombok juga dianggap sebagai daerah yang tidak hanya memiliki kekayaan pada wisata walamnya tapi juga kaya akan budaya.

 

  1. Rumah Mbaru Niang – Wae Rebo NTT
Rumah Mbaru Niang – Wae Rebo NTT
Rumah Mbaru Niang – Wae Rebo NTT

Rumah Mbaru Niang yang merupakan rumah adat dari Wae Rebo NTT ini tidak hanya memiliki bentuk yang unik saja tapi juga langka. Mengapa dikatakan langka? Karena Rumah Mbaru Niang ini hanya bisa ditemukan di salah satu desa yang letaknya sangat terpencil di daerah pegunungan yang berada di Pulau Flores. Bentuk dari Rumah Mbaru Niang ini memiliki bentuk unik yang mengerucut dengan tinggi hingga 15 meter. Di dalam Rumah Mbaru Niang ini terdapat 5 lantai. Berkat keunikan dan kelangkaannya Rumah Mbaru Niang ini telah dimasukkan ke dalam kategoru warisan budaya UNESCO Asia Pasifik pada tahun 2012 silam dan mendapatkan penghargaan tertinggi untuk usaha pengkonserfasian yang dilakukan pada Rumah Mbaru Niang ini. Rumah Mbaru Niang ini tidak hanya memiliki bentuk yang unik saja, bahkan dalam proses pembuatan dan pembangunannya juga menggunakan cara yang unik dan tidak biasa. Untuk membangun Rumah Mbaru Niang diperlukan tiang yang kemudian ditanam ke dalam tanah, tiang ini memiliki besar 1,5 meter hingga 2 meter. Dengan lantai dasar yang berbentuk panggung setinggi 1,2 meter dari tanah, tiang yang diguankan pada setiap lantai pun tidak menerus melainkan dipasang terputus dan diikat dengan menggunakan rotan. Rotan juga digunakan untuk mengikat antar baloknya. Pada Rumah Mbaru Niang terdapat lima lantai dan setiap lantai memiliki fungsi yang berbeda. Lantai dasar merupakan tempat tinggal dan biasa digunakan untuk berkumpul, lantai kedua digunakan untuk menyimpan bahan makanan dan juga barang-barang, lalu di lantai ketiga merupakan tempat untuk menyimpan benih tanaman dan juga stok panganan seperti padi dan juga jagung. Lantai keempat pada rumah ini digunakan untuk meletakkan sesaji yang diperuntukkan kepada leluhur mereka.

 

  1. Rumah Omo Sabua – Nias
Rumah Omo Sabua – Nias
Rumah Omo Sabua – Nias

Rumah adat Indonesia yang memiliki bentuk unik lainnya adalah Rumah Omo Sabua, Rumah Omo Sabua adalah rumah adat dari Nias Sumatera Utara. Rumah Omo Sabua bukan hanya rumah adat biasa, yang menjadikan Rumah Omo Sabua unik adalah, karena Rumah Omo Sabua ini dibangun khusus untuk kepala adat desa. Dengan menggunakan sebuah tiang-tiang besar yang berasal dari kayu besi, Rumah Omo Sabua ini dubuat dengan desain dibangun tinggi. Rumah Omo Sabua dibuat bukan hanya khusus untuk kepala desa saja tapi juga dibangun untuk melindungi kepala desa dan keluarga dari serangan penjahat jika terjadi perang di zaman dahulu, hal ini lah yang membuat Rumah Omo Sabua dibangun dengan desain meninggi. Oleh sebab itu akses yang digunakan untuk masuk ke Rumah Omo Sabua ini pun dibuat terbatas, yakni hanya dapat masuk melalui tangga kecil yang dilengkapi dengan pintu jebakan, sehingga Rumah Omo Sabua ini bisa dikatakan sangat aman bagi penghuninya karena menjauhkan orang atau tamu yang tidak diinginkan. Keunikan Rumah Omo Sabua ini bisa dilihat dari bentuk atap rumah yang sangat curam dan juga memiliki tinggi hingga mencapai 16 meter. Rumah Omo Sabua juga tidak hanya digunakan untuk melindungi kepala desa dan penghuni rumah di dalamnya dari serangan musuh dan perang, tapi juga ternyata Rumah Omo Sabua ini dapat bertahan dalam goncangan gempa bumi. Hebat ya, Rumah Omo Sabua bukan hanya memiliki bentuk yang unik saja, tapi juga bisa melindungi penghuni yang ada di dalamnya.

 

  1. Rumah Malige – Sulawesi Utara
Rumah Malige – Sulawesi Utara
Rumah Malige – Sulawesi Utara

Rumah Malige adalah salah satu rumah adat di Indonesia yang memiliki bentuk unik, bentuk dan desain seolah-olah memiliki bagian tubuh seperti kepala, badan dan kaki. Rumah Malige ini merupakan rumah adat Sulawesi Tenggara dan bisa ditemukan dengan sangat mudah di Kota Baubau. Bentuk dan desain Rumah Malige ini sendiri memiliki arti dan falsafah yang memiliki makna yang mendalam bagi orang Buton, suku asli Sulawesi Tenggara. Keunikan lainnya yang dimiliki oleh Rumah Malige ini adalah, karena pembuatan Rumah Malige ini tidak menggunakan paku sama sekali namun Rumah Malige tetap bisa berdiri kokoh setinggi empat lantai. Di zaman dahulu, masyarakat Buton memiliki tradisi jika mereka akan pindah rumah. Mereka akan tetap membawa rumah mereka saat pindah, karena rumah adat masyarakat Buton ini memiliki bentuk dan desain yang seperti mainan. Yakni dapat dibongkar pasang secara mudah. Sehingga dapat memungkinkan masyarakat Buton untuk membawa Rumah Malige mereka ke mana pun mereka akan pindah. Pada bagian atap Rumah Malige ini dapat ditemui ukiran naga dan buah nanas, ukiran naga dan buah nanas ini merupakan lambang dari kerajaan dan juga kesultanan Buton. Tidak hanya unik, Rumah Malige ini juga tahan akan goncangan gempa, sehingga dapat melindungi penghuninya.

 

  1. Rumah Honai – Papua
Rumah Honai – Papua
Rumah Honai – Papua

Rumah adat yang memiliki bentuk unik yang terakhir adalah, rumah adat masyarakat Papua yang dikenal dengan nama Rumah Honai. Rumah Honai ini memang memiliki bentuk yang sangat unik, karena apabila dilihat dari kejauhan maka Rumah Honai ini akan memiliki bentuk seperti jamur. Sehingga tidak salah kan, jika Rumah Honai ini dianggap sebagai rumah adat Indonesia yang paling unik. Rumah ini terbuat dari kayu untuk dindingnya sementara untuk atapnya terbuat dari rerumputan yang sudah kering. Rumah Honai sendiri memiliki tige tipe yaitu, Rumah Honai yang diperuntukkan untuk penghuni pria, lalu Rumah Ebei yang diperuntukkan untuk penghuni wanita sementara Rumah Wamai merupakan rumah yang digunakan untuk meletakkan ternak mereka. Akan tetapi masyarakat lebih mengenal rumah adat Papua sebagai Rumah Honai sehingga mereka tidak mengetahui istilah dari Rumah Ebei dan juga Rumah Wamai.

 

  1. Rumah Kajang Leko – Jambi
Rumah Kajang Leko – Jambi
Rumah Kajang Leko – Jambi

Rumah adat Indonesia yang memiliki bentuk unik terakhir adalah, rumah Kajang Leko, atau bisa juga disebut dengan Rumah Kajang Leko. Sesuai dengan namanya, Rumah Kajang Leko ini merupakan rumah dengan desain struktur bangunan panggung yang memiliki konsep dari arsitektur Marga Batin. Jika dilihat dari atas Rumah Kajang Leko ini memiliki bentuk memanjang dengan ukuran yang biasa digunakan adalah 12 x 9 meter. Rumah Kajang Leko ini beridi dengan ditopang oleh 30 tiang yang memiliki ukuran besar dan terdiri dari 24 tiang utama serta 6 taing pelamban. Selayaknya rumah panggung pada umumnya, Rumah Kajang Leko juga memiliki tangga untuk masuk ke pintu utama rumah, yang membedakan Rumah Kajang Leko dengan rumah panggung lainnya adalah, karena rumah ini memiliki 2 tangga yang terdapat di sebelah kanan merupakan tangga masuk utama sementara tangga di sebelah kiri atau tangga yang satunya lagi biasa disebut dengan tangga penteh. Bagian atap dari Rumah Kajang Leko ini memiliki bentuk yang sangat unik, atapnya diberi nama “Gajah Mabuk”. Sesuai dengan namanya, bubungan atap Gajah Mabuk memiliki bentuk seperti perahu yang memiliki ujung atas berbentuk melengkung yang diberi nama potong jerambah atau lipat kajang. Sementara untuk bagian langit-langit Rumah Kajang Leko ini terdapat material yang diberi nama tebar layar. Terbar layar bisa sama seperti plafon yang memisahkan loteng dengan ruangan yang ada di bawahnya. Loteng ini biasa digunakan untuk ruang penyimpanan, untuk itu Rumah Kajang Leko biasanya dilengkapi dengan tangga patetah yang berfungsi untuk naik ke ruang loteng.

 

Sudah tahu kan, rumah adat di Indonesia yang memiliki bentuk-bentuk paling unik. Indonesia memang memiliki keberagaman budaya yang sangat kaya. Terdiri dari puluhan bahkan ratusan suku di seluruh nusantara, membuat Indonesia memiliki banyak sekali rumah adat yang sangat khas dan tentunya unik.

Setiap rumah adat memiliki bentuk yang berbeda dan juga makna yang berbeda untuk setiap masyarakatnya, sehingga keunikan dari rumah adat tersebut bukan hanya terletak dari bentuknya saja, tapi juga makna dan arti yang dimilikinya.

Nah, semoga artikel mengenai rumah adat Indonesia yang memiliki bentuk unik tersebut dapat membuat anda menambah pengetahuan dan wawasan khususnya tentang rumah adat Indonesia. Semoga artikel di atas bermanfaat ya!

orang rimba
Etnis
MENGENAL LEBIH DEKAT SUKU KUBU DI JAMBI

Dahulu ketika saya masih kecil sering mendengar kata “kubu” tapi saya tidak tahu apa arti kata tersebut,seiring waktu baru saya mengetahui arti kata kubu yaitu sebagai salah satu suku atau etnis pedalaman yang mendiami hutan di jambi.Namun saya belum pernah bertemu langsung dengan masyarakat kubu yang juga di sebut “suku …